Senin, 04 Februari 2013

Hablum Minal 'Alam


HABLUM MINAL ‘ALAM

OLEH : PUJIONO,S.SI.,MM

Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Syukur alhamdzulillah kita pada hari ini bisa datang untuk menjalankan perintah Allah selaku orang mukmin yang wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat jumat.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Musim kemarau sudah mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat di beberapa kawasan sekitar Kota Solo Raya. Hal ini mengingatkan betapa keadaan alam sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Maka tak aneh bila di dalam firmanya Allah berpesan kepada manusia untuk mengelola alam dengan baik. 
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Untuk itu pada kesempatan ini akan saya sampaikan mengenai Hablum Minal ‘alam. Yakni bagaimana manusia berhubungan, mengelola dan memanfaatkan ‘alam. Sebab bila kita cermati seimbang dan tidaknya keadaan alam akan berdampak pada kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Ada 3 hal yang dapat memotivasi kita , mengapa  harus memelihara lingkungan ‘alam yakni :
Pertama, Alam merupakan sumber daya yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Keberadaanya sangat mempengaruhi kehidupan.numun masih sedikit sekali orang memahami akan hal ini. Hampir tiap hari bisa kita lihat perilaku manusia yang merusak lingkungan seperti, menebang pohon tanpa diiringi penanaman, menangkap ikan dengan racun, penggunaan pestisida yang berlebihan bahkan hal yang sepertinya sepele namun berakibat vatal yakni para pencari belut disawah yang menggunakan Strum. Bayangkan belut sebesar ibu jari saja lumpuh, bagaimana dengan mikroba dan jasad renik yang lain pasti akan langsung mati kena strum. Padahal mikroba dan jasad-jasad renik inilah elemen biologis yang dapat menjaga kestabilan ekologi. Sehingga tak aneh bila produksi panen turun. Dan jelas ini semua karena ulah tangan manusia sendiri: QS Ar-rum ayat 41:
Artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Rusaknya lingkungan akan berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri, baik secara langsung maupun dalam jangka tertentu baru terasa. Seperti halnya Adanya Global warning karena  semakin tipisnya lapisan Ozon di Atmosfer yang dampaknya sangat berbahaya. Udara semakin panas, Es dikutub bisa mencair dan tentunya berakibat mengganggu ketenangan manusia.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Untuk itu marilah kita selalu jaga lingkungan kita agar tetap lestari sebagaimana bahwa Islam adalah rahmat seru sekalian alam.sebagai mana isyarat Quran Surat Al- Anbiyaa’:107
Artinya Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Namun, peringatan kecil yang diberikan alam atas kemaksiatan dan kedzaliman yang dilakukan oleh manusia sedikit yang mengindahkan. Sehingga masih banyak saudara kita yang berbuat kerusakan dengan mengekploitasi alam sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi atau golongan. Hutan dibuat gundul, bukit-bukit di”keruk”tanahnya untuk dijual, tanpa diimbangi perbaikan. Resapan air semakin sedikit dan semua itu ulah manusia, dan Allah sangat tidak suka terhadap sikap yang demikian yakni orang-orang yang gemar melakukan kerusakan di muka bumi QS Al-Qashash : 77
Artinya “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Jamaah Yang Dirahmati Allah,
Kedua, Memelihara alam adalah tugas manusia selaku khalifah di bumi. Sudah sepantasnya manusia selaku pemagku, pengelola dan pemakai alam melestarikanya. Karena dampak baik dan buruknya lingkungan akan berimbas pada manusia. Rasullulah yang artinya:
Masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu akan ditanya dengan kepemimpinannya
Pada saat manusia memerankan fungsinya sebagai seorang hamba yang taat beribadah kepada Allah tentunya mampu mengemban amanah untuk melestarikan bumi sebagai tugas kekholifannya, Firman Allah surat An Nur ayat 55 yang artinya :
“Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman diantara kamu dan mengerjakan perbuatan baik,bahwa mereka akan diberikan warisan kekuasaan di muka bumi,sebagaimana telah diberikan kepada orang-orang sebelum mereka dan akan diteguhkan kedudukan agama mereka yang telah diridhoi oleh Tuhan.Dan akan menukar mereka sesudah ketakutan menjadi aman sentisa.Mereka menyembah aku dan tidak mempersekutukan barang sesuatu dengan aku.Barang siapa yang ingkar sesudah itu merekalah orang-orang yang fasiq”(An Nur 55)
Jamaah Yang Dirahmati Allah,
Seharusnya manusia bisa mengambil pelajaran dari beberapa kejadian yang diakibatkan oleh alam yang melanda negeri ini dalam mengelola alam. Banyak bencana alam terjadi karena keserakahan dan salah kelola manusia itu sendiri. memanfaatkan alam secara proporsional, Santun adalah bentuk manifestasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Dan Islam sangat peduli terhadap masalah lingkungan alam, banyak kisah yang diriwayatkan oleh sahabat seperti dalam Hadits Bukhori yang artinya :
Dari Abuhurairah r.a. ia berkata “ barangsiapa yang mempunyai tanah  maka hendaknya tanah itu ditanaminya atau diberikanya kepada saudaranya, namun jika ia tidak suka memberikanya, maka hendaklah tanah itu tetap dipunyainya
Jamaah Yang Dirahmati Allah
Dari Hadist tersebut jelas kita diperintahkan untuk memelihara alam dengan menanaminya. Hal ini tentunya supaya keseimbangan alam tetap terjaga baik. Coba jika tanah ini polos tanpa adanya rimbunan pohon yang menancap. Kehidupan makluk diatas bumi tentunya tak akan bertahan lama bahkan bisa punah. Islam sangat peduli terhadap lingkungan alam untuk tetap menjaga keseimbangan ekologi.
Ketiga, Pahala besar bagi Pengelola ‘Alam. Pahala yang sangat besar bagi setiap orang yang memelihara lingkungan dengan menanam pohon sebagaimana Hadist Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ‘Anhu dia bercerita bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
 “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits )
Jamaah Yang Dirahmati Allah,
Mengingat betapa manfaat dan besarnya pahala bila kita memelihara alam, maka mari kita manfaatkan waktu kita untuk membuat kebajikan dengan lingkungan agar kita termasuk orang-orang yang tidak berbuat kerusakan dan disebut sebagai orang yang bertaqwa, dan  Allah tidak bakal menutup mata sekiranya penduduk bumi ini pada beriman dan bertakwa dengan menjalankan perintahnya sebagaimana Firman Allah dalam QS Al-A’raf :96

Artinya  ”Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu berkah dari (yang ada di) langit dan bumi.
Akhirnya Jamaah yang berbahagia,
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari khutbah siang hari ini adalah :
1.      Sebagai Khalifah fil ardhi, kita diperintahan untuk melestarikan alam dan tidak berbuat kerusakan di ‘alam sekitar kita
2.      Memelihara lingkungan dengan menanami pohon berpahala sangat besar
3.      Dan sekiranya penduduk bumi beriman dan bertakwa dengan menjalankan syariat-Nya maka Allah akan turunkan barakah dari langit dan bumi
Jamaah semoga kita bisa menjalankan amanah ini, sehingga tergolong orang orang yang mukmin.

Makhluk Ghoib sakjroning quran

JAGATE LELEMBUT SAKJRONING KITAB
Pujiono, S.Si.MM
Sakjroning kitab Al-quran kaserat bilih percaya bab kang ghoib kalebu perangane tanda tanda iman marang Allah. Kalebu percaya anane makhluk ghoib.  Al-Baqarah ayat 3 kang tegese “ yaiku wong kang percaya marang bab ghoib lan ngedhekake shalat lan gelem infak saka banda sing diduweni “, nanging ing kene manungsa ara dikeparengake  wedi utawa malah nyembah marang  sing jenenge makhluk ghoib.
Makhluk ghoib  makhluk kang dititahake Allah tanpa wujud jasad, ara katon mata jinise kaperang ana: Malaikat, Jin lan  Iblis. Allah nitahke sakabehing makhluk kuwi mau namung supaya padha menembah marang piyambake (Ad-dyariyat 56). Malaikat kang kacipta saka cahya (nur)  duweni ciri kataatan ibadah kang linuwih marang Allah ara ana kang duraka, Surat At-Tahrim ayat 6: Lan Deweke (malaikat) ara ana kang ingkar marang Allah lan maligi mbangun miturut sing diperintahke Allah”. Nanging  sing jenenge Iblis mbadal saka perintahe Allah ara gelem manut kepara bakal nggada marang manungsa. Surah al-Kahfi ayat 50: “ Allah paring dawuh marang malaikat, padha sujudto kowe marang Adam. mula kabeh padha sujud kajaba Iblis. Deweke saka bangsane jin, mula deweke duraka marang Allah” mula sakabehing sifat durjana, duraka saka jin utawa manungsa  iku diarani Syetan. Kenapa Iblis ara gelem sujud kurmad marang Nabi Adam jalaran rumangsa deweke makhluk kang luwih becik asale tinimbang Nabi Adam Surat al-A'raf ayat 12: Jin jawab, Aku luwih becik saka deweke(adam), aku asale saka geni lan adam kadadean saka lemah”
Wondene  jinise Jin ana sing duweni pakarti becik lan iman marang Allah, nanging ana sing duweni pakarti ala lan ara iman marang Allah. Surat al-Jinn ayat 11: lan saktemene saka golongaku (jin) ana sing sholeh lan ana sing ara sholeh. Mula golanganku(jin) padha mlaku kanthi dalan kang beda

Kang iman marang Allah uga ngleksanake ibadah kaya  manungsa. Dene kang ora duwe iman uga mbadal lan duweni pakarti ala. Mula manungsa utawa jin kang nyipati ala iku sakbanjure kang diarani syetan. Yaiku syetan kang babone saka Iblis. Mula syetan iku bisa saka manungsa lan bisa saka Jin. Syetan kang duweni pakarti ala tugase nggadha marang manungsa supaya padha tumindhak duraka marang Allah kang maha kuasa. Ana sakjroning quran di ngendhikake “Surah Faatir ayat 6:” saktemene syetan iku musuhmu, mula anggeppen musuh karana saktemene syetan iku ngajak kanca supaya kowe mlebu neraka kang genine mbulat-mbulat”
Kajaba iku ana ing Surah an-Nur ayat 21 uga dijelaske kang tegese:
Hai wong kang padha iman, aja padha melu tumindhake syetan. Sing sapa melu tumindhae syetan saktemene syetan iku ngajak marang tumindhak nistha lan mungkar

Nah, magepokan kara jenenge lelembut, karana  angepan masyarakat mesthi kuwi nyipati kang ara becik mula ana ing tulisan iki malaikat ara kalebokake  lelembut. Jalaran Malaikat ara ana kang nyipati ala. Sakbanjure sing jenenge maklhuk alus lelembut  iku mesthi saka jin lan iblis utawa syetan. Bangsane jin, iblis utawa syetan uga kaya manungsa duweni panggonan, pasangan urip, anak lan pakarti kaya manungsa uga. iblis utawa syetan duweni drajat kang luwih asor tinimbang jin, sebab iblis utawa bangsane syetan urip namung kanggo nggadha manungso. Lan sing jenengene makhluk alus (jin) uga duweni roh jalaran uga bakal ngadepi mati utawa duweni batesan umur. Nanging keturunan iblis (syetan) wae kang matine bareng kara pupute jaman (kiamat) Surah al-Hijr ayat 37 & 38:
Allah paring pangandhika saktemene kowe kuwi saka golongan kang diwenehi wektu dhowo, nganti wektu kang ditentokake (dina kiamat).  
Karana ujude kang ara katon, sing jenenge makhluk alus (jin,iblis utawa syetan|) luwih gampang meruhi lan nggadha manungsa Surah al-A'raaf ayat 27 Allah kang tegese:  Hai anak Adam,aja pisan-pisan kowe kapusan syetan kaya dene syetan wis ngethokake Adam lan  Hawa saka syurga. Saktemene syetan lan andahane bisa ngeske kowe saka pangganane lan kowe ara mangerteni. Saktemene Allah wis ndadekake syetan iku pemimpin kanggo wong kang ara duwe iman.
Bangsane makhluk alus bisa maujud utawa memba-memba arupa apa wae jumbuh kara sing di karepe kanthi idi palilahe Allah. Nanging deweke ara bisa memba utawa madani Nabi Muhammad SAW, Lan bisa mlebu metu saka ngendhi wae tanpa ana wates tembok utawa apa wae. Rasulullah bersabda: Saktemene syetan iku anggone nggadha kanthi mlebu sakjroning getih manungsa, lan aku kuatir syetan bakal ndeleh samu barang kang ala ing sakjroning ati manungsa

Lan menawa ana ing surat An-nas ayat 4-6 uga dijlentrehake kang tegese ” saka panggodane syetan kang ara katon, sing mlebu sakjroning dada manungsa, saka golongane jin lan menungsa. 
Nanging Allah uga menehi pitedah kara manungsa. Karana alame kang beda sakjane jin lan syetan ara bisa apa-apa kara manungsa. Luwih-luwih marang manungsa kang duweni iman, taqwa lan ikhlas (Shad :83). Mula tumrape manungsa kang duwe keyakinan sejatine kudu yakin ara bakal bisa kagadha marang syetan jalaran Allah paring ngendhika ana ing An-Nahl 99-100 kang tegese “ sakteme syetan kuwi ara duweni kuwasa marang wong kang iman lan taqwa marang Allah, lan syetan kuwi hamung kuasa marang wong kang ndadekake deweke (syetan) pangeran”
Ayat ing duwur cetha ngegla manungsa kang iman ara kena duweni sifat wedi jalaran kara bangsane jin lan syetan. Sebab sing jenenge syetan namung bisa ngganggu utawa kuwasa marang wong kang ara duweni iman utawa kepara ndadekake syetan sesembahan. Mula gaman kitha kangga musuhi syetan yaiku tangsah nambah rasa keimanan marang gusti Allah kang maha kuasa. Jalaran wis dadi kodrate Allah nyiptaake jin, iblis utawa syetan iku kajaba kangga nuduhake keagungan Allah, uga kangga nguji manungsa supaya tetep waspadha.Manungsa kang duweni iman lan taqwa ara bakal gampang kagodha marang pakarti-pakartine syetan. Muga muga kita kagolangke ewone manungsa kang iman lan taqwa sahingga ara bakal kena panggadhane jin lan syetan.Amin

.




Minggu, 03 Februari 2013

Dajjal si-Layar Datar


DAJJAL SI-LAYAR DATAR
OLEH : PUJIONO,S.SI.,MM
   
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِي اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Syukur  alhamdzulillah kita pada hari ini bisa datang untuk menjalankan perintah Allah selaku orang mukmin yang wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat jumat. Dan tentunya dari  moment Jumat ini diharapkan bisa meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Kita hidup di jaman yang telah berubah, dari jaman pereode kenabian Nabi Agung Muhammad SAW. Perkembangan tehnologi begitu maju dengan cepat. Dan perkembangan tehnologi  diberbagai bidang memiliki dampak ibarat dua mata sisi uang yang beriringan yakni dampak negatif dan positif. Tak jarang dari dampak positif yang ada bisa membantu  manusia dalam mencapai tujuan, karena dampak positif dari tehnologi, sebut saja Televisi. Televisi  merupakan media informasi, pendidikan dan kontrol sosial yang kuat. Bagi mereka yang mampu memanfaatkan dari TV ini.
Sedang dampak negatif bisa menjadi sarana penyesat yang efektif karena tayangan-tanyanganya yang  jahilyah. TV mampu menggiring opini dan menokohan figur, sehingga tak sedikit masyarakat yang ingin bergaya seperti di layar TV. Dari gaya bicara, model baju pakaian sampai perilaku. TV bisa menjadi pisau tajam yang bisa merusak dan mendangalkan aqidah manakala tak mampu menggunakan pisau tersebut. TV bisa menjadi dajjal  jaman sekarang  yang berupa layar datar. Dajjal  dengan mata satu lensa yakni kami sebut  si-layar datar.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Hal ini harus kita sikapi, guna menyelamatkan generasi pewaris risalah Islam, agar menjadi generasi qura’tayun, bukan menjadi generasi yang gagap, imitan dan hedonis.
Diantara beberapa tayangan Dajjal layar datar ini yang bisa merusak aqidah adalah :
1.    Pertama, Pornografi,  karena ingin gaul-eksis dan narsist  tak sedikit yang menceburkan pada terbukanya aurat. Pakaian ketat dengan lekuk tubuh yang kelihatan. Dan lama-kelamaan lunturlah nilai malu yang dimiliki. Sehingga berpakaian mini menjadi tradisi maka hancurlah  dunia ini bila telah tercabutnya rasa malu dari kaum wanita (yarfaa’ullah al haya’a minan nisa’) . sesuatu yang sangat berharga diumbar begitu murah karena tuntutan skenario dilakukan oleh host,  presenter, pesinetron  atau bintang tamu dalam sebuah acara. Tayangan seperti itu ketika menjadi tontonan harian generasi, maka tak aneh akan menjadi budaya yang tidak baik,  padahal  jelas sebagai muslimah  dilarang mempertontonkan aurat yang bisa  mendekati zina.sebagai mana firman Allah  Quran Surat An-Nur ayat 31:

Artinya "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Juga perintah Allah dalam Quran Al-Ahzab ayat : 59 ,
Artinya “ Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Dari Al- Ahzab ayat 59 jelas bahwa bagaimana kaum hawa berpakaian telah dijelaskan agar menutup seluruh tubuh, guna tidak diganggu oleh orang yang melihatnya. Menculnya kejahatan pemerkosaan kadang dimulai dari perangai para kurban sendiri yang kadang berpakaian tidak seronok, maka berhati-hatilah.
2.    Kedua, Tayangan tahayul, klenik, perdukunan , ramalan nasip/jodoh. Keadaan ekonomi dan iman yang lemah kadang seseorang mengambil jalan pintas untuk mencapai tujuan. Dengan banyak iklan di TV kaitanya klenik, ramalan dan jasa lain seolah-olah melegalkan kepada masyarakat bahwa itu memang hal itu ada dan boleh. Padahal dalam quran Allah jelas melarangnya,   kita tidak diperkenankan mendahului dengan meramalnya. Dan hanya Allah sajalah yang mengetahui hal Ghoib Sebagaimana Firman Allah : QS Al-An ‘am 59 :
Artinya “  Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
Juga dalam QS Al-Jin 26
Artinya “  (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
Tapi tak sedikit masyarakat kita yang terpengaruh dengan  iklan ramalan nasib, jodoh sampai karier.  Ancaman Allah jelas bila kita sampai mempercayai ramalan nasib, atau tahayul yang bisa membawa pada syirik merusak amal kita. Hadist Nabi Riwayat Abu dawut, dan Ibnu Majah
Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian membenarkkan apa yang dikatakanya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad (Hadist Nabi Riwayat Abu dawut, dan Ibnu Majah)

3.        Ketiga, Tayangan Infoteimen (gosib). Infoteimen yang mengulas tuntas pribadi artis atau seseorang secara berlebih-lebihan  terkadang kelewat sampai pada gosib. Berita yang benar atau tidak benar  tersebar kemana-mana, dan menimbulkan terbukanya aib sesama bahkan  fitnah yang menjatuhkan martabat seseorang. Dan jelas ini dilarang menurut Islam.  merujuk pada   AL-Hujurat ayat 6, supaya kita tabayun (cross cek) terhadap informasi yang didengar, supaya tidak termakan kabar yang bisa menyesatkan :
Artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS AL-Hujurat : 6)
Dan dilanjutkan dengan larangan Allah terhadap Ghibah terhadap sesama manusia terlebih sesama muslim sebagaimana Hujurat ayat 12 :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Selain daripada itu tayangan gaya hidup Life Still yang mengisahkan ke Glamouran seseorang,  terus fenomena  kawin cerai artis, dan budaya komsumerisme bisa menjadikan masyarakat terobsesi bahwa itu hal yang lumrah. Maka jelas ini adalah gaya hidup jahilliyah yang patut kita jauhi.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Setelah kita mengetahui beberapa tayangan TV yang bisa menjadi dajjal, maka seyogyanya untuk membentengi diri dan keluarga dari bahaya tersebut. Dengan tidak menontonya. Sebagai mana kita membetengi keluaraga kita dari api neraka  firman Allah AT-Tahrim ayat  6
Artinya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Akhirnya marilah tak henti-henti kita selalu berdoa, agar terhindar segala fitnah dajjal di dunia atau di akherat. Dengan memanjatkan doa  sehabis shalat sebagai mana Hr Bukhori dan Muslim:
Allahumma inni a'udzubika min ‘adzabil qabrii, wa min 'adzabi jahannam wamin fitnatil mahya wal mamat wamin syarri fitnatil masihid dajjal"
Yaa Allah ssesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka jahannam, fitnah kehidupan dan setelah kematian serta dari kejahatan fitnah Dajjal.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah semoga kita tahan terhadap godaan dajjal si layar datar, dan memanfaatkanya Televisi untuk hal yang positif yang dapat menambah keimanan kita sehingga tergolong orang orang yang mukmin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

Senin, 23 April 2012

TERJEBAK RUTINITAS CEREMONIAL



TERJEBAK RUTINITAS CEREMONIAL
OLEH : PUJIONO,S.SI.,MM

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِي اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Syukur alhamdzulillah kita pada hari ini bisa datang untuk menjalankan perintah Allah selaku orang mukmin yang wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat jumat.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Waktu berlalu begitu cepat, tak ada yang mampu menghentikannya. Tak terasa kita sudah memasuki tahun baru 2012 dan sebulan lebih melalui tahun 1433 Hijrah.
Umur kita bertambah, berarti jatah hidup kita didunia berkurang. Namun sadarkah akan hal ini wahai jamaah yang dirahmati Allah SWT ?
Terlebih bagi aktifis organisasi pergantian tahun tentunya merupakan tanda, pertanda telah berlalunya amanah, atau babak baru dimulainya amanah. masih terbayang diingatkan kita  ketika berdebat saat musyawarah, adu argumentasi dengan peserta yang lain namun setelah Goal ide, sekarang hanya jadi tumpukan program yang sama sekali tak terealisasikan. Apakah ini tidak mendzolimi diri dan organisasi?
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Banyak ormas bahkan organisasi politik ramainya saat musim muscab, musda, muswil atau muktamar, namun setelah itu tidur, maka inilah yang kemudian bisa kami sebut dengan terjebak pada rutinitas ceremonial tahunan. Kita sadar dengan mudah mengatakan bahwa hari esok harus lebih baik, tahun depan harus lebih meningkat, namun kadang ini hanya retorika belaka, untuk itun agar hal ini tak terulang menimpa kita tentunya pergantian tahun hendaklah bisa dijadiakan moment :
Pertama, Sarana muhasabah, mawas diri sejauh mana ibadah dan kegiatan kita. Menghisap diri sebelum kita dihisab di hari Hisab yang sesungguhnya. QS Al-Isro’ ayat 14 :
Artinya   "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu Ini sebagai penghisab terhadapmu".
Dari ayat diatas jelas bahwa kita dituntut selalu mawas diri, dan semua guna menuju kearah yang lebih baik.        Dan setiap item dari langkah diri dan organisasi dicermati, sehingga kekurangan yang ada bisa ditembel ditahun yang akan datang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Kedua, Sarana perencanaan strategis, diantara kelemahan umat kita adalah pengelolaan dakwah yang masih asal jalan, kadang hanya menjalankan rutinitas yang telah ada. Sehingga tak aneh bila jamaahpun jenuh, sehingga mencari kelompok yang lebih ”jamani” menurutnya. Maka konstektualisasi strategi dan media dakwah diperlukan. Dan hal ini diperlukan perencanaan yang tersusun rapi, bukankah kita sering mendengar ayat ini  As-shaff ayat 4:
Artinya ”   Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Dari ayat diatas jelas bahwa kita dituntut untuk berjuang berdakwah dengan cara menagemen yang tersusun  rapi, bukan hanya asal-asalan. Jika kita tak ingin tertinggal dengan yang lain. Dengan perencanaan program yang strategis tentunya dapat memprioritaskan agenda terdekat yang lebih penting. Selain itu pilihan media dan strategi sangat konstektual seperti apa yang dimaui jamaah, maka setiap penggerak harus peka terhadap perubahan jaman. Dan jelas bila kebaikan ini hanya asal jalan, maka jangan heran bila kita dikalahkan oleh kejahatan yang termanegemen rapi.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Ketiga, Sarana tajdid (pembaharuan), ditahun baru hendaklah bisa dijadikan moment perubahan semangat, dinamisasi atau reformasi (al-Islah) yaitu peningkatan, pengembangan. sebab secara bahasa, kata tajdid  berarti pembaruan. tajdid merupakan proses menjadikan sesuatu yang terlihat usang untuk dijadikan baru kembali. Ia merupakan upaya untuk menghadirkan kembali sesuatu yang sebelumnya telah ada untuk diperbaiki dan disempurnakan. Pembaharuan itu keniscayaan. Umat islam tak boleh alergi dengan pembaharuan. Pembaharuan model, metode, strategi dakwah atau bahkan program-program dapat dilakukan, hal ini supaya dakwah lebih menyasar. Dalam quran dapat kita jumpai kata Tajdid atau mujadid atau kata yang se akar dapat kita temui seperti di   As-saba ayat 7
Artinya ”   Dan orang-orang kafir Berkata (kepada teman-temannya). "Maukah kamu kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu Telah hancur sehancur-hancurnya, Sesungguhnya kamu benar-benar (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru?
Yang dimaksud dengan seorang laki-laki oleh orang-orang kafir itu ialah nabi Muhammad s.a.w., sebagai penghinaan mereka terhadapnya.
Sedangkan Nabi Agung Muhammad SAW Saw Bersabda "sesungguhnya Allah mengutus Umat Ini Pada tiap Penghujung seratus tahun akan muncul orang yang memperbaharui Agamnya. (Sunan Abu Daud).

Sinyalemen hadist nabi tersebut, menandakan bahwa kita dituntut untuk selalu berfikir dan tak berhenti belajar dalam mengembangkan wawasan keislaman. Kecuali kita terkatagori generasi yang akan diperbahaui oleh sinyalemen hadis diatas. Jamaaah yang berbahagia, yang namanya perubahan, reformasi, dinamisisasi adalah hal yang lumrah dan wajar. Maka ditahun baru ini mari bisa kita jadikan pijakan untuk menuju kearah sana.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Keempat, Bercita-citaالتَّمَنِّيَة )  Umat Islam harus mempunyai target atau cita-cita, ditahun baru ini tentunya bisa dijadikan pijakan harapan dan untuk meraih target tersebut. kita sebagai manusia haruslah memiliki  azzam ( keinginan ) yang kuat ditahun yang akan datang lebih baik secara kualitas maupun kuantitas keimanan kita, terkait dengan Al-hasyr 18
Artinya “   Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Jangan sampai kita sebagai makhuk yang berfikir terjebak dalam  rutinitas yang hampa/ kosong Tanpa isi yang hanya kadang ceremonial belaka entah itu harian, mingguan atau lima tahunan. Kita harus ada keinginan kuat untuk maju dan gerakan menuju perbaikan kualitas maupun kuantitas.
Manusia yang bisa mengambill hikmah dari perjalanan hidupnya akan menuai kesuksesan, namun bila melewati waktu tanpa ada pembelajaran yang diambil maka dia akan dilibas oleh waktu. semoga kita termasuk orang yang beruntung.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

Selasa, 10 November 2009

HIKMAH DAN KEUTAMAAN QURBAN

HIKMAH DAN KEUTAMAAN QURBAN

Qurban berasal dari bahasa Arab QORUBA yang berarti : dekat. Qurban berarti Pendekatan. Maksudnya ibadah qurban ini adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Dalam al-Qur’an, surat al-Kautsar ayat 2 Qurban dikenal dengan istilah NAHR yang artinya sembelihan, maksudnya menyembelih binatang ternak, seperti Domba/kambing, sapi/kerbau dan unta.

Dalam fiqh qurban dikenal dengan istilah UDHIYYAH, yang berasal dari kata Dluha yang berarti waktu ketika matahari sedang naik di pagi hari. Karena menyembelih binatang qurban dimulai ketika matahari naik di pagi hari (waktu Dluha).
"qurban" hukumnya sunnah muakadah (sangat dianjurkan) merupakan salah satu ujian dari Allah, yang dengannya setiap mu'min bisa mengukur hakikat keimanannya, hakikat ketaatannya kepada perintah Allah. Allah kehendaki totalitas dalam ketaatan kita kepada-Nya, dengan penuh keikhlasan, ketenangan, kerelaan dan keyakinan. Karenanya Allah segera menggantinya dengan seekor sembelihan.Seperti yang tersurat dalam kisah dalam Al-Qur'an surat Al-Shafat, ayat : 102-109.

Sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa memiliki kelapangan rizki (keuangan), lalu ia tidak berQurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami," (HR.Ahmad).

Qurban mempunyai beberapa keutamaan yakni :

Amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW. "Pada tiap−tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Pengampunan dari Allah. Rasulullah SAW telah bersabda ”Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa−dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta. (HR. Abu Daud dan At−Tirmizi)

Keridhaan Allah. Allah SWT berfirman: “Daging−daging unta dan darahnya itu sekali−kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya” (QS. Al Hajj: 37)

Hewan qurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

Hikmah Qurban

Setiap ibadah pasti ada hikmahnya, meskipun tidak semua orang dapat mengetahui hikmah tersebut melalui penalaran akal pikirannya. Di antara hikmah ibadah Qurban, ialah :

mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah atas segala kenikmatan yang telah dilimpahkan-Nya yang jumlahnya demikian banyak, sehingga tak seorangpun dapat menghitungnya (QS Ibrahim, 14:34). Hikmah secara eksplisit dan tegas tentang ibadah qurban ini, telah diungkapkan dalam Al-Quran: QS Al-Haj, 22:36)

menghidupkan sunnah para nabi terdahulu, khususnya sunnah Nabi Ibrahim, yang dikenal sebagai Bapak monoteisme (Agama Tauhid), Ibadah qurban berasal dari pengurbanan agung yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap puteranya yang emenuhi perintah Allah. Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian megganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar (QS Ash-Shaffat, 37:107).

menghidupkan makna takbir di Hari Raya Idul Adha, dari tgl 10 hingga 13 Dzul-Hijjah, yakni Hari Nasar (penyembelihan) dan hari-hari tasyriq. Memang Syari-at agama kita menggariskan, bahwa pada setiap Hari Raya, baik Idul Fitri ataupun Idul Adha, setiap orang Islam diperintahkan untuk mengumandangkan takbir. Hal ini memberikan isyarat kepada kita, bahwa kebahagiaan yang hakiki, hanya akan terwujud, jika manusia itu dengan setulusnya bersedia memberikan pengakuan dan fungsi kehambaannya di hadapan Allah s.w.t. dan dengan setulusnya bersaksi dahwa hanya Allah sajalah yang Maha Besar,Maha Esa, Maha Perkasa dan sifat kesempurnaan lainya.Kebahagiaannya yang sebenarnya akan tercapai, apabila manusia menyadari bahwa fungsi keberadaannya didunia ini hanyalah untuk menjadi hamba dan abdi Allah, bukan abdi dunia, ataupun abdi setan (QS Al-Dzarriyat, 51:56)

berdimensi sosial kemasyarakatan yang sangat dalam. Hal itu terlihat ketika pelaksanaan pemotongan hewan yang akan dikorbankan, para mustahik yang akan menerima daging-daging kurban itu berkumpul. Mereka satu sama lainya meluapkan rasa gembira dan sukacita yang dalam. Yang kaya dan yang miskin saling berpadu, berinteraksi sesamanya. Luapan kegembiraan di hari itu, terutama bagi orang miskin dan fakir, lebih-lebih dalam situasi krisi ekonomi dan moneter yang dialami sekarang ini, sangat tinggi nilainya, ketika mereka menerima daging hewan kurban tersebut.

Namun semua itu harus Ikhlas hanya demi Allah semata, bukan hanya ingin dilihat manusia. Islam mengajarkan bahwa semua ibadah hendaknya dilakukan semata-mata ikhlas karena Allah (QS Al-An’am, 6:162-163). Tak terkecuali ibadah haji dan ibadah Qurban. Karena hanya dengan niat yang terikhlalah, akan terjamin kemurnian ibadah yang akan membawa pelaksanaannya dekat kepada Allah. Tanpa adanya keikhalsan hati, mustahil ibadah akan diterima Allah (QS Al-Bayyinah, 98:5). Selamat melaksanakan Ibadah Qurban Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat mengambil keutamaan dan hikmah ibadah qurban.