Senin, 04 Februari 2013

Pengajian Akbar di Kabupaten tegal


DASYATNYA WAKTU
Oleh : Pujiono

Waktu adalah modal dan kekayaan yang nilainya sangat tinggi dibanding segala harta benda manusia untuk menggapai kenikmatan abadi disisi-NYA, namun jika dicermati masih banyak diantara umat yang melewatkan waktu dengan begitu saja. Masih teringat mungkin tiupan terompet diakhir tahun  2012 dan hingar bingarnya pesta kembang api pertanda dimulainya babak baru tahun 2013. kadang tak sadar bahwa tiupan terompet helaan nafas yang dikeluarkan sebenarnya  mengurangi jatah bernafas kita di dunia. sedikit sekali manusia yang menyadari esensi berlalunya waktu adalah berkurangnya jatah kesempatan beraktifitas di dunia.
Waktu tak bisa ditarik mundur ibarat anak panah yang telah melesat dari busur atau ibarat ucapkan yang telah terlontarkan. Begitu cepatnya berlalu kadang tanpa disadari seseorang mengalami proses penuaan, keriputnya kulit, atau penurunan stamina tapa terasa. Karena waktu adalah sesuatu yang tidak bisa “kompromi” dengan siapapun, digunakan atau tidak waktu tetap akan melaju cepat meninggalkan semua manusia. maka seyogyanya moment penting dimana kita  masih bisa menyaksikan pergantian waktu dan kesempatan hidup bisa dijadikan koreksi diri tentang banyak hal. Jangan sampai kita menjadi orang yang rugi tak mampu mengelola waktu sebagaimana Firman Allah surat Al-Ashr ayat 1-3 Artinya “Demi waktu, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.  
Dari ayat tersebut jelas bahwa waktu adalah bagian yang tidak dapat dipisahan dengan kehidupan manusia, sukses atau tidak tergantung bagaimana manusia menggunakanya. Dan akan tergolong orang yang berungtung bila menggunakan waktu untuk :
Pertama, Beriman kepada Allah Swt  yakni menyakini kebenaran risalah Allah SWT melalui kitab dan rasul-Nya. Iman merupakan integrasi pernyataan lesan dan  hati yang kemudian diimplementasi dalam perbuatan. Iman adalah keyakinan yang mendasar bagi setiap manusia dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Kedua, beramal shalih. kata “amanu” atau keimanan biasanya  selalu dihubungkan dengan “ amalush sholikhati” yang menunjukan implementasi dari  iman seseorang. Iman  mesti disertai dengan perbuatan baik bagi  pelakunya dan akan meraih keuntungan disisi Allah, sebagaimana Firmanya dalam Al-Fushilat ayat 8, artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh mereka mendapat pahala yang tiada putus-putusnya".

Beramal shalih itu tidak hanya beribadah mahdah ( salat, zakat, puasa dan haji), namun juga dimaknai kerja selain ibadah mahdah seperti sosial kemayarakatan ( ijtama’iyah) yang luas. Spirit untuk beramal shalih merukapan ikhtiar mengisi waktu agar tidak sia-sia di akhir nanti.

Ketiga, Saling memberi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran. dapat diartian tahapan selanjutnya setelah iman dan amal shalih adalah mengajak atau memberi nasihat dalam kebenaran dengan penuh kesabaran kepada sesama manusia. Yang akan membawa kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Namun godaan yang berat kadang manusia tak sabar, sehingga mudah emosi, menghakimi sesama yang kadang dapat merusak ukhuwah, karena ketidaksabaran dan keinginan yang besar agar orang bisa mengikuti kita. Ini prinsip yang kliru, karena kita hanya perantara, hidayah itu kuasa Allah. Maka kesabaran juga merupakan modal yang besar dan kunci keberuntungan  sebagaimana Firman Allah Fushilat : 35 artinya “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”

Menyadari berlalunya waktu bagaikan kilat yang melintas sekejap menjadikan terasa amat pendek begitu AllAh gambarkan dalam An-Naziat : 46 artinya” Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.  

Maka manusia hendaklah menyadari bahwa sebenarnya sedikit sekali kesempatan  menjalani hidup didunia ini (sekedar mampir ngombe-jawa). Tidak ada waktu bersenda gurau atau aktifitas kosong bagi yang menyadarinya. Dan tentunya akan bergerak mempersiapkan kebahagian kampung akherat yang abadi dengan memenegemen waktu sebaik mungkin. Waktu bagaikan pedang “al-waqtu kasyaif”dan bila tak mampu merespon waktu itu dengan baik, maka kitalah yang akan dilibas waktu. Dan akhirmya menyesal dikemudian hari. Jangan sampai merasakan penyesalan karena ditinggal waktu, atau malah karena  bertemu dengan ajal (pencabutan ruh)  manusia. Kita akan memperoleh balasan amal dari Allah apa adanya sesuai amal ibadahnya, karena sudah tak ada lagi kesempatan untuk memeperbaikinya. Dimuliakan atau dihinakan oleh Allah abadi di negeri Akherat QS Al-Ahqaf ayat : 20 Artinya : Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan adzab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

Memanfaatkan waktu dengan bijak, agar setiap gerak jarum jam dari detik, menit berlalu dengan menorehkan nilai kebaikan investasi untuk negeri akherat. tiap hirupan nafas adalah dzikir dan mengiasi sikap dengan kerja keras, ikhlas hanya mengharap ridho Allah SWT. Mari kita berusaha agar termasuk orang yang beruntung. Sebagaimana pesan imam Al-Ghazali akan pentingnya memenegemen waktu “ Waktumu adalah umurmu. Umurmu adalah modal usahamu. Dengan waktu itulah engkau akan sampai pada kenikmatan yang langgeng disisi Allah SWT, maka setiap satu nafas dari nafas-nafasmu merupakan mutiara yang tiada taranya. Jika jika waktu itu terlewatkan maka engkau tidak akan bisa kembali lagi kepadanya”

Hablum Minal 'Alam


HABLUM MINAL ‘ALAM

OLEH : PUJIONO,S.SI.,MM

Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Syukur alhamdzulillah kita pada hari ini bisa datang untuk menjalankan perintah Allah selaku orang mukmin yang wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat jumat.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Musim kemarau sudah mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat di beberapa kawasan sekitar Kota Solo Raya. Hal ini mengingatkan betapa keadaan alam sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Maka tak aneh bila di dalam firmanya Allah berpesan kepada manusia untuk mengelola alam dengan baik. 
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Untuk itu pada kesempatan ini akan saya sampaikan mengenai Hablum Minal ‘alam. Yakni bagaimana manusia berhubungan, mengelola dan memanfaatkan ‘alam. Sebab bila kita cermati seimbang dan tidaknya keadaan alam akan berdampak pada kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Ada 3 hal yang dapat memotivasi kita , mengapa  harus memelihara lingkungan ‘alam yakni :
Pertama, Alam merupakan sumber daya yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Keberadaanya sangat mempengaruhi kehidupan.numun masih sedikit sekali orang memahami akan hal ini. Hampir tiap hari bisa kita lihat perilaku manusia yang merusak lingkungan seperti, menebang pohon tanpa diiringi penanaman, menangkap ikan dengan racun, penggunaan pestisida yang berlebihan bahkan hal yang sepertinya sepele namun berakibat vatal yakni para pencari belut disawah yang menggunakan Strum. Bayangkan belut sebesar ibu jari saja lumpuh, bagaimana dengan mikroba dan jasad renik yang lain pasti akan langsung mati kena strum. Padahal mikroba dan jasad-jasad renik inilah elemen biologis yang dapat menjaga kestabilan ekologi. Sehingga tak aneh bila produksi panen turun. Dan jelas ini semua karena ulah tangan manusia sendiri: QS Ar-rum ayat 41:
Artinya “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Rusaknya lingkungan akan berdampak pada kehidupan manusia itu sendiri, baik secara langsung maupun dalam jangka tertentu baru terasa. Seperti halnya Adanya Global warning karena  semakin tipisnya lapisan Ozon di Atmosfer yang dampaknya sangat berbahaya. Udara semakin panas, Es dikutub bisa mencair dan tentunya berakibat mengganggu ketenangan manusia.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Untuk itu marilah kita selalu jaga lingkungan kita agar tetap lestari sebagaimana bahwa Islam adalah rahmat seru sekalian alam.sebagai mana isyarat Quran Surat Al- Anbiyaa’:107
Artinya Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Namun, peringatan kecil yang diberikan alam atas kemaksiatan dan kedzaliman yang dilakukan oleh manusia sedikit yang mengindahkan. Sehingga masih banyak saudara kita yang berbuat kerusakan dengan mengekploitasi alam sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi atau golongan. Hutan dibuat gundul, bukit-bukit di”keruk”tanahnya untuk dijual, tanpa diimbangi perbaikan. Resapan air semakin sedikit dan semua itu ulah manusia, dan Allah sangat tidak suka terhadap sikap yang demikian yakni orang-orang yang gemar melakukan kerusakan di muka bumi QS Al-Qashash : 77
Artinya “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Jamaah Yang Dirahmati Allah,
Kedua, Memelihara alam adalah tugas manusia selaku khalifah di bumi. Sudah sepantasnya manusia selaku pemagku, pengelola dan pemakai alam melestarikanya. Karena dampak baik dan buruknya lingkungan akan berimbas pada manusia. Rasullulah yang artinya:
Masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu akan ditanya dengan kepemimpinannya
Pada saat manusia memerankan fungsinya sebagai seorang hamba yang taat beribadah kepada Allah tentunya mampu mengemban amanah untuk melestarikan bumi sebagai tugas kekholifannya, Firman Allah surat An Nur ayat 55 yang artinya :
“Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman diantara kamu dan mengerjakan perbuatan baik,bahwa mereka akan diberikan warisan kekuasaan di muka bumi,sebagaimana telah diberikan kepada orang-orang sebelum mereka dan akan diteguhkan kedudukan agama mereka yang telah diridhoi oleh Tuhan.Dan akan menukar mereka sesudah ketakutan menjadi aman sentisa.Mereka menyembah aku dan tidak mempersekutukan barang sesuatu dengan aku.Barang siapa yang ingkar sesudah itu merekalah orang-orang yang fasiq”(An Nur 55)
Jamaah Yang Dirahmati Allah,
Seharusnya manusia bisa mengambil pelajaran dari beberapa kejadian yang diakibatkan oleh alam yang melanda negeri ini dalam mengelola alam. Banyak bencana alam terjadi karena keserakahan dan salah kelola manusia itu sendiri. memanfaatkan alam secara proporsional, Santun adalah bentuk manifestasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Dan Islam sangat peduli terhadap masalah lingkungan alam, banyak kisah yang diriwayatkan oleh sahabat seperti dalam Hadits Bukhori yang artinya :
Dari Abuhurairah r.a. ia berkata “ barangsiapa yang mempunyai tanah  maka hendaknya tanah itu ditanaminya atau diberikanya kepada saudaranya, namun jika ia tidak suka memberikanya, maka hendaklah tanah itu tetap dipunyainya
Jamaah Yang Dirahmati Allah
Dari Hadist tersebut jelas kita diperintahkan untuk memelihara alam dengan menanaminya. Hal ini tentunya supaya keseimbangan alam tetap terjaga baik. Coba jika tanah ini polos tanpa adanya rimbunan pohon yang menancap. Kehidupan makluk diatas bumi tentunya tak akan bertahan lama bahkan bisa punah. Islam sangat peduli terhadap lingkungan alam untuk tetap menjaga keseimbangan ekologi.
Ketiga, Pahala besar bagi Pengelola ‘Alam. Pahala yang sangat besar bagi setiap orang yang memelihara lingkungan dengan menanam pohon sebagaimana Hadist Dari Jabir bin Abdullah Rodhiyallohu ‘Anhu dia bercerita bahwa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
 “Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits )
Jamaah Yang Dirahmati Allah,
Mengingat betapa manfaat dan besarnya pahala bila kita memelihara alam, maka mari kita manfaatkan waktu kita untuk membuat kebajikan dengan lingkungan agar kita termasuk orang-orang yang tidak berbuat kerusakan dan disebut sebagai orang yang bertaqwa, dan  Allah tidak bakal menutup mata sekiranya penduduk bumi ini pada beriman dan bertakwa dengan menjalankan perintahnya sebagaimana Firman Allah dalam QS Al-A’raf :96

Artinya  ”Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami bukakan kepada mereka pintu-pintu berkah dari (yang ada di) langit dan bumi.
Akhirnya Jamaah yang berbahagia,
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari khutbah siang hari ini adalah :
1.      Sebagai Khalifah fil ardhi, kita diperintahan untuk melestarikan alam dan tidak berbuat kerusakan di ‘alam sekitar kita
2.      Memelihara lingkungan dengan menanami pohon berpahala sangat besar
3.      Dan sekiranya penduduk bumi beriman dan bertakwa dengan menjalankan syariat-Nya maka Allah akan turunkan barakah dari langit dan bumi
Jamaah semoga kita bisa menjalankan amanah ini, sehingga tergolong orang orang yang mukmin.

Makhluk Ghoib sakjroning quran

JAGATE LELEMBUT SAKJRONING KITAB
Pujiono, S.Si.MM
Sakjroning kitab Al-quran kaserat bilih percaya bab kang ghoib kalebu perangane tanda tanda iman marang Allah. Kalebu percaya anane makhluk ghoib.  Al-Baqarah ayat 3 kang tegese “ yaiku wong kang percaya marang bab ghoib lan ngedhekake shalat lan gelem infak saka banda sing diduweni “, nanging ing kene manungsa ara dikeparengake  wedi utawa malah nyembah marang  sing jenenge makhluk ghoib.
Makhluk ghoib  makhluk kang dititahake Allah tanpa wujud jasad, ara katon mata jinise kaperang ana: Malaikat, Jin lan  Iblis. Allah nitahke sakabehing makhluk kuwi mau namung supaya padha menembah marang piyambake (Ad-dyariyat 56). Malaikat kang kacipta saka cahya (nur)  duweni ciri kataatan ibadah kang linuwih marang Allah ara ana kang duraka, Surat At-Tahrim ayat 6: Lan Deweke (malaikat) ara ana kang ingkar marang Allah lan maligi mbangun miturut sing diperintahke Allah”. Nanging  sing jenenge Iblis mbadal saka perintahe Allah ara gelem manut kepara bakal nggada marang manungsa. Surah al-Kahfi ayat 50: “ Allah paring dawuh marang malaikat, padha sujudto kowe marang Adam. mula kabeh padha sujud kajaba Iblis. Deweke saka bangsane jin, mula deweke duraka marang Allah” mula sakabehing sifat durjana, duraka saka jin utawa manungsa  iku diarani Syetan. Kenapa Iblis ara gelem sujud kurmad marang Nabi Adam jalaran rumangsa deweke makhluk kang luwih becik asale tinimbang Nabi Adam Surat al-A'raf ayat 12: Jin jawab, Aku luwih becik saka deweke(adam), aku asale saka geni lan adam kadadean saka lemah”
Wondene  jinise Jin ana sing duweni pakarti becik lan iman marang Allah, nanging ana sing duweni pakarti ala lan ara iman marang Allah. Surat al-Jinn ayat 11: lan saktemene saka golongaku (jin) ana sing sholeh lan ana sing ara sholeh. Mula golanganku(jin) padha mlaku kanthi dalan kang beda

Kang iman marang Allah uga ngleksanake ibadah kaya  manungsa. Dene kang ora duwe iman uga mbadal lan duweni pakarti ala. Mula manungsa utawa jin kang nyipati ala iku sakbanjure kang diarani syetan. Yaiku syetan kang babone saka Iblis. Mula syetan iku bisa saka manungsa lan bisa saka Jin. Syetan kang duweni pakarti ala tugase nggadha marang manungsa supaya padha tumindhak duraka marang Allah kang maha kuasa. Ana sakjroning quran di ngendhikake “Surah Faatir ayat 6:” saktemene syetan iku musuhmu, mula anggeppen musuh karana saktemene syetan iku ngajak kanca supaya kowe mlebu neraka kang genine mbulat-mbulat”
Kajaba iku ana ing Surah an-Nur ayat 21 uga dijelaske kang tegese:
Hai wong kang padha iman, aja padha melu tumindhake syetan. Sing sapa melu tumindhae syetan saktemene syetan iku ngajak marang tumindhak nistha lan mungkar

Nah, magepokan kara jenenge lelembut, karana  angepan masyarakat mesthi kuwi nyipati kang ara becik mula ana ing tulisan iki malaikat ara kalebokake  lelembut. Jalaran Malaikat ara ana kang nyipati ala. Sakbanjure sing jenenge maklhuk alus lelembut  iku mesthi saka jin lan iblis utawa syetan. Bangsane jin, iblis utawa syetan uga kaya manungsa duweni panggonan, pasangan urip, anak lan pakarti kaya manungsa uga. iblis utawa syetan duweni drajat kang luwih asor tinimbang jin, sebab iblis utawa bangsane syetan urip namung kanggo nggadha manungso. Lan sing jenengene makhluk alus (jin) uga duweni roh jalaran uga bakal ngadepi mati utawa duweni batesan umur. Nanging keturunan iblis (syetan) wae kang matine bareng kara pupute jaman (kiamat) Surah al-Hijr ayat 37 & 38:
Allah paring pangandhika saktemene kowe kuwi saka golongan kang diwenehi wektu dhowo, nganti wektu kang ditentokake (dina kiamat).  
Karana ujude kang ara katon, sing jenenge makhluk alus (jin,iblis utawa syetan|) luwih gampang meruhi lan nggadha manungsa Surah al-A'raaf ayat 27 Allah kang tegese:  Hai anak Adam,aja pisan-pisan kowe kapusan syetan kaya dene syetan wis ngethokake Adam lan  Hawa saka syurga. Saktemene syetan lan andahane bisa ngeske kowe saka pangganane lan kowe ara mangerteni. Saktemene Allah wis ndadekake syetan iku pemimpin kanggo wong kang ara duwe iman.
Bangsane makhluk alus bisa maujud utawa memba-memba arupa apa wae jumbuh kara sing di karepe kanthi idi palilahe Allah. Nanging deweke ara bisa memba utawa madani Nabi Muhammad SAW, Lan bisa mlebu metu saka ngendhi wae tanpa ana wates tembok utawa apa wae. Rasulullah bersabda: Saktemene syetan iku anggone nggadha kanthi mlebu sakjroning getih manungsa, lan aku kuatir syetan bakal ndeleh samu barang kang ala ing sakjroning ati manungsa

Lan menawa ana ing surat An-nas ayat 4-6 uga dijlentrehake kang tegese ” saka panggodane syetan kang ara katon, sing mlebu sakjroning dada manungsa, saka golongane jin lan menungsa. 
Nanging Allah uga menehi pitedah kara manungsa. Karana alame kang beda sakjane jin lan syetan ara bisa apa-apa kara manungsa. Luwih-luwih marang manungsa kang duweni iman, taqwa lan ikhlas (Shad :83). Mula tumrape manungsa kang duwe keyakinan sejatine kudu yakin ara bakal bisa kagadha marang syetan jalaran Allah paring ngendhika ana ing An-Nahl 99-100 kang tegese “ sakteme syetan kuwi ara duweni kuwasa marang wong kang iman lan taqwa marang Allah, lan syetan kuwi hamung kuasa marang wong kang ndadekake deweke (syetan) pangeran”
Ayat ing duwur cetha ngegla manungsa kang iman ara kena duweni sifat wedi jalaran kara bangsane jin lan syetan. Sebab sing jenenge syetan namung bisa ngganggu utawa kuwasa marang wong kang ara duweni iman utawa kepara ndadekake syetan sesembahan. Mula gaman kitha kangga musuhi syetan yaiku tangsah nambah rasa keimanan marang gusti Allah kang maha kuasa. Jalaran wis dadi kodrate Allah nyiptaake jin, iblis utawa syetan iku kajaba kangga nuduhake keagungan Allah, uga kangga nguji manungsa supaya tetep waspadha.Manungsa kang duweni iman lan taqwa ara bakal gampang kagodha marang pakarti-pakartine syetan. Muga muga kita kagolangke ewone manungsa kang iman lan taqwa sahingga ara bakal kena panggadhane jin lan syetan.Amin

.




Minggu, 03 Februari 2013

Dajjal si-Layar Datar


DAJJAL SI-LAYAR DATAR
OLEH : PUJIONO,S.SI.,MM
   
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِي اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Syukur  alhamdzulillah kita pada hari ini bisa datang untuk menjalankan perintah Allah selaku orang mukmin yang wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat jumat. Dan tentunya dari  moment Jumat ini diharapkan bisa meningkatkan rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Kita hidup di jaman yang telah berubah, dari jaman pereode kenabian Nabi Agung Muhammad SAW. Perkembangan tehnologi begitu maju dengan cepat. Dan perkembangan tehnologi  diberbagai bidang memiliki dampak ibarat dua mata sisi uang yang beriringan yakni dampak negatif dan positif. Tak jarang dari dampak positif yang ada bisa membantu  manusia dalam mencapai tujuan, karena dampak positif dari tehnologi, sebut saja Televisi. Televisi  merupakan media informasi, pendidikan dan kontrol sosial yang kuat. Bagi mereka yang mampu memanfaatkan dari TV ini.
Sedang dampak negatif bisa menjadi sarana penyesat yang efektif karena tayangan-tanyanganya yang  jahilyah. TV mampu menggiring opini dan menokohan figur, sehingga tak sedikit masyarakat yang ingin bergaya seperti di layar TV. Dari gaya bicara, model baju pakaian sampai perilaku. TV bisa menjadi pisau tajam yang bisa merusak dan mendangalkan aqidah manakala tak mampu menggunakan pisau tersebut. TV bisa menjadi dajjal  jaman sekarang  yang berupa layar datar. Dajjal  dengan mata satu lensa yakni kami sebut  si-layar datar.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Hal ini harus kita sikapi, guna menyelamatkan generasi pewaris risalah Islam, agar menjadi generasi qura’tayun, bukan menjadi generasi yang gagap, imitan dan hedonis.
Diantara beberapa tayangan Dajjal layar datar ini yang bisa merusak aqidah adalah :
1.    Pertama, Pornografi,  karena ingin gaul-eksis dan narsist  tak sedikit yang menceburkan pada terbukanya aurat. Pakaian ketat dengan lekuk tubuh yang kelihatan. Dan lama-kelamaan lunturlah nilai malu yang dimiliki. Sehingga berpakaian mini menjadi tradisi maka hancurlah  dunia ini bila telah tercabutnya rasa malu dari kaum wanita (yarfaa’ullah al haya’a minan nisa’) . sesuatu yang sangat berharga diumbar begitu murah karena tuntutan skenario dilakukan oleh host,  presenter, pesinetron  atau bintang tamu dalam sebuah acara. Tayangan seperti itu ketika menjadi tontonan harian generasi, maka tak aneh akan menjadi budaya yang tidak baik,  padahal  jelas sebagai muslimah  dilarang mempertontonkan aurat yang bisa  mendekati zina.sebagai mana firman Allah  Quran Surat An-Nur ayat 31:

Artinya "Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Juga perintah Allah dalam Quran Al-Ahzab ayat : 59 ,
Artinya “ Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Dari Al- Ahzab ayat 59 jelas bahwa bagaimana kaum hawa berpakaian telah dijelaskan agar menutup seluruh tubuh, guna tidak diganggu oleh orang yang melihatnya. Menculnya kejahatan pemerkosaan kadang dimulai dari perangai para kurban sendiri yang kadang berpakaian tidak seronok, maka berhati-hatilah.
2.    Kedua, Tayangan tahayul, klenik, perdukunan , ramalan nasip/jodoh. Keadaan ekonomi dan iman yang lemah kadang seseorang mengambil jalan pintas untuk mencapai tujuan. Dengan banyak iklan di TV kaitanya klenik, ramalan dan jasa lain seolah-olah melegalkan kepada masyarakat bahwa itu memang hal itu ada dan boleh. Padahal dalam quran Allah jelas melarangnya,   kita tidak diperkenankan mendahului dengan meramalnya. Dan hanya Allah sajalah yang mengetahui hal Ghoib Sebagaimana Firman Allah : QS Al-An ‘am 59 :
Artinya “  Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
Juga dalam QS Al-Jin 26
Artinya “  (Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
Tapi tak sedikit masyarakat kita yang terpengaruh dengan  iklan ramalan nasib, jodoh sampai karier.  Ancaman Allah jelas bila kita sampai mempercayai ramalan nasib, atau tahayul yang bisa membawa pada syirik merusak amal kita. Hadist Nabi Riwayat Abu dawut, dan Ibnu Majah
Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian membenarkkan apa yang dikatakanya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad (Hadist Nabi Riwayat Abu dawut, dan Ibnu Majah)

3.        Ketiga, Tayangan Infoteimen (gosib). Infoteimen yang mengulas tuntas pribadi artis atau seseorang secara berlebih-lebihan  terkadang kelewat sampai pada gosib. Berita yang benar atau tidak benar  tersebar kemana-mana, dan menimbulkan terbukanya aib sesama bahkan  fitnah yang menjatuhkan martabat seseorang. Dan jelas ini dilarang menurut Islam.  merujuk pada   AL-Hujurat ayat 6, supaya kita tabayun (cross cek) terhadap informasi yang didengar, supaya tidak termakan kabar yang bisa menyesatkan :
Artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS AL-Hujurat : 6)
Dan dilanjutkan dengan larangan Allah terhadap Ghibah terhadap sesama manusia terlebih sesama muslim sebagaimana Hujurat ayat 12 :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Selain daripada itu tayangan gaya hidup Life Still yang mengisahkan ke Glamouran seseorang,  terus fenomena  kawin cerai artis, dan budaya komsumerisme bisa menjadikan masyarakat terobsesi bahwa itu hal yang lumrah. Maka jelas ini adalah gaya hidup jahilliyah yang patut kita jauhi.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah!
Setelah kita mengetahui beberapa tayangan TV yang bisa menjadi dajjal, maka seyogyanya untuk membentengi diri dan keluarga dari bahaya tersebut. Dengan tidak menontonya. Sebagai mana kita membetengi keluaraga kita dari api neraka  firman Allah AT-Tahrim ayat  6
Artinya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Akhirnya marilah tak henti-henti kita selalu berdoa, agar terhindar segala fitnah dajjal di dunia atau di akherat. Dengan memanjatkan doa  sehabis shalat sebagai mana Hr Bukhori dan Muslim:
Allahumma inni a'udzubika min ‘adzabil qabrii, wa min 'adzabi jahannam wamin fitnatil mahya wal mamat wamin syarri fitnatil masihid dajjal"
Yaa Allah ssesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka jahannam, fitnah kehidupan dan setelah kematian serta dari kejahatan fitnah Dajjal.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah semoga kita tahan terhadap godaan dajjal si layar datar, dan memanfaatkanya Televisi untuk hal yang positif yang dapat menambah keimanan kita sehingga tergolong orang orang yang mukmin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.